Selasa, 25 Oktober 2011

Keindahan Alam Gunung Rinjani Lombok

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Dan saat ini Gunung Rinjani adalah Gunung yang paling terkenal dari Indonesia di manca negara.







Haiyeeeiiii!!! Kabar seru bagi para pecinta alam terutama si terumbu. Ternyata di Lombok, ada kawasan bernama Tanjung Ringgit. Sebuah kawasan wisata yang sangat indah dengan pasir putih dan kehidupan masyarakatnya yang masih aseli. Weeewww … penasaran toh seperti apa cantiknya dan apa sih yang bisa kita lakukan disini???? Cekidotin yach wisataseru …
Tanjung Ringgit
Artikel ini ada berkat pengalaman Mo Maulana, putera Lombok yang sangat peduli terhadap tanah kelahirannya. Maka tak heran jika nyaris tiap jengkal tanah di Lombok telah ia jajaki. Dan kini di wisataseru, ia ingin berbagi satu persatu ceritanya tentang keindahan alam alam Lombok yang sering terlewat oleh para wisatawan, bahkan kadang oleh warga Lombok sendiri. Cerita pertama adalah tentang Tanjung Ringgit. Apakah itu Tanjung Ringgit??? Ini dia kisahnya.
Hamparan rumput hijau dengan pemandangan alami ternak milik warga
Mo Maulana berkisah, bahwa ia sempat menjelajah kawasan ini sepajang 20 KM persegi. Meski sesungguhnya ini berarti masih jauh dari luasan areal yang tercatat di google earth yaitu 100KM persegi, namun kawasan ini telah memberikan kesan yang sangat mendalam dalam dirinya. Karena kompleks bernama Tanjung Ringgit ini bisa disebut sebagai minimuseum alam yang mana disini kita bisa melihat perjalanan Terumbu Karang sejak mulai terbentuk hingga berproses menjadi kars, yaitu hamparan batuan kapur.
Yup … lihatlah .. begitu kaki berhasil menjejak ke kawasan bernama Tanjung Ringgit ini, kita akan dihadapkan dengan hamparan pantai berpasir putih yang bersih mulus. Yaaa masih cukup alami karena kawasan ini masih jauh dari jangkauan para turis sebagaimana telah kita sebut diawal.  Oyaaa … taukah pembaca??? Mengapa beberapa pantai bisa memiliki pasir berwarna putih??? Beginilah singkatnya, pasir putih itu adalah pecahan dari terumbu dan karang yang terbawa arus ke tepian laut.
Sooo … kalau anda sedang berada di atas tanah berpasir putih, disana pasti juga ada terdapat terumbu karang. Nah keunggulan Tanjung Ringgit ini bukan hanya memiliki terumbu karang saja, melainkan di tempat ini kita bisa melihat terumbu karang mulai dari yang baru terbentuk, yang sedang berproses hingga terumbu karang yang sudah mati, bahkan sudah ada yang membentuk bukit bukit kecil yang indah.
Ada apa di Tanjung Ringgit
Bagi wisatawan yang pernah mampir kemari, biasanya mereka akan menantikan pemandangan di kala fajar menyingsing. Ini merupakan waktunya seseorang untuk menikmati keindahan alam bentukan Tuhan. Demi panorama ini, banyak traveler bahkan sengaja menginap di kawasan ini dengan berkemah di dekat Mercusuar. Hmmmm … bayangkan …. matahari dengan sinarnya yang merah jingga, lamat lamat terbit dari balik pulau sumbawa. Jiaaah indah sekali!!!
snorkling di Gili Petelu dan aktivitas memanjat dinding dengan tangga tali
Tapi Tanjung Ringgit tak hanya sekedar indah dipagi hari, melainkan banyak spot spot dengan keunikan masing masing. Seperti tempat untuk berburu sunrise adalah di kawasan timur pantai, dimana disini ada terdapat banyak tebing tebing curam dengan hamparan batu gamping yang tertutup rerumputan hijau.
Sedangkan bergeser ke sebelah barat, ke pantai sebelah utara, ada dua pantai bersebelahan barat-timur dengan karakter masing – masing. Di sebelah timur ada pantai yang disebut Tangsi. Konon di daerah ini dahulunya adalah tangsi atau barak tentara Jepang pada Perang Dunia ke II. Nah dari areal ini, anda wisatawan bisa menikmati terumbu karang dengan bersnorkeling tanpa harus menaiki perahu, melainkan langsung dari bibir pantai. Wooowwwww nikmat sekali bukan.
Dari sini pula ada terdapat banyak spot fotografi yang sayang untuk dilewatkan. Karena dari kawasan pantai yang seolah dipagari bagian timur dan baratnya ini, kita bisa menikmati pemandangan gunung Rinjani di seberang teluk. Oya … pada dinding pantai ini pula, tampak jelas lapisan mirip kue lapis legit yang terbentuk dari terumbu karang. Ahaiiii … mana mungkin seorang forografer bisa melewatkan sisi sisi ini???
Nah, sementara dari Pantai  sebelah baratnya, kita  bisa menikmati wisata berperahu mengunjungi tiga pulau kecil di seberang pantai yang disebut Gili Petelu. Dan diantara gili gili itu, perahu bisa dihentikan dan pemandangan bawah laut bisa kita nikmati dengan bersnorkling.
Pemandangan Tangsi
Pemandangan dari Tangsi
Sedangkan di pantai sebelah selatan , ada satu spot yang dikenal sebagai Tanjung Beloam. Pantai ini menarik dengan dinding terumbu yang tersingkap, sisa bukit setinggi 15 meter berbentuk kerucut yang terkikis gelombang , dan jembatan terumbu yang terbentuk karena bagian bawahnya terkikis perlahan oleh arus samudera Indonesia. Hamparan pasir putih, bukit terumbu berlatar pemandangan gunung rinjani menjadi lokasi yang yang khas bagi Tanjung Beloam. Pantai ini karena menghadap langsung ke samudera Indonesia arusnya kadang deras, berbeda dengan pantai di sebelah utara. Derasnya arus inilah yang mengikis tebing batu kapur yang menjadi keunikan tersendiri di lokasi ini.
Merencanakan Perjalanan
Kawasan Tanjung Ringgit menarik karena lokasinya yang relatif mudah dijangkau dari pusat kota. Untuk menikmati kawasan ini sendiri, baik yang dibawah air maupun yang didaratan sebaiknya menyediakan waktu khusus, paling tidak sehari semalam. Bisa dimulai dengan datang di kawasan ini menjelang matahari tenggelam, kemudian bermalam di dekat mercu suar atau di pantai tangsi, kemudian pagi hingga sorenya menjelajahi dari spot ke spot.
Secara sejarah, kawasan ini karena pernah menjadi markas tentara jepang dalam PD II, maka masih tersisa meriam anti pesawat terbang di tengah tumbuhan perdu dan gua perlindungan di dinding selatan. Agaknya Jepang memilih lokasi ini untuk membangun pertahanan menghadapi serangan dari arah Samudera Indonesia, bisa jadi tentara sekutu yang berasal dari daratan Australia atau serangan udara.
Bagi yang ingin serius  mempelajari tahap tahap perjalanan terumbu karang, lokasi ini cukup ideal. Bisa dimulai dengan bermalam di Tangsi, kemudian menelusur perairan pantai utara, menyusur terumbu karang di gili petelu, berperahu agak ketengah bagi yang membawa perlengkapan menyelam dan kemudian berlanjut ke kawasan Beloam sebagai manifestasi bentuk terumbu yang terangkat dan tersingkap di dinding bebatuan. Kemudian dilanjut ke area dekat mercu suar. Bila ingin melihat bentukan lain perjalanan bisa dilanjutkan ke arah Sekaroh, dimana disana relatif sudah banyak permukiman yang tumbuh setelah ada program transmigrasi lokal. Di pantai selatan sekaroh ini kita bisa temukan masyarakat yang harus mencari air dengan menaiki tangga tali.
Sementara itu, budaya khas Sasak masih terjaga di kawasan ini. Kalau ingin menikmati makan siang bersama petani ladang tadah hujan yang jago “nembang” (bernyanyi) bisa bergeser ke arah barat dimana ada areal ladang. Para petani itu masih mahir menulis dengan aksara lombok (mirip aksara jawa), mengucapkan kisah dalam bahasa sasak, hingga bercerita tentang musim, rasi bintang dan kapan srikaya akan mereka panen di ladang tersebut. Ladang ini  lengkap dengan gubug , beruga’ , dan kandang kambing yang memang khas di daerah ini. Mereka tinggal disana, walaupun mereka memiliki rumah di kampung aslinya. Cara hidup ini pernah saya jumpai juga pada masyarakat kanekes .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar